Ayahanda Raden Prakasa yang bernama lengkap Raden Gusti Panembahan Hardi Rajasanagara, hanya diam melihat penampakkan yang terjadi didepannya. Dengan mulut yang terus komat kamit mengucapkan istighfar pada Sang Maha Kuasa. Rasa ngeri bercampur dengan rasa takjub tatkala melihat awan hitam berkumpul diatasnya, seakan sedang memayungi mereka. Sementara dalam jarak beberapa meter, keadaan langit cerah seperti sebelumnya. Dan udara panas di siang itu, justru terasa dingin menusuk bagi mereka. Aura mistisnya terpancar pekat. "Apa dia yang kau lihat waktu itu?"tanyanya, dengan suara bergetar menahan pancaran ajian yang keluar dari sukma Badra Samudro dan Putri Dyah Pitaloka. "Dalem, Raden."angguk pakde Djarwo. "Sukma laki-laki itu yang saya lihat lima tahun lalu saat mengantar Raden Prakasa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


