"Tolong aku, Badraaa!!" Dhie memasang wajah memelas, biasanya cara ini selalu berhasil. Mak Lampir dan Joan mendelik malas, sudah tau apa yang akan terjadi kalau Badra datang. "Lepasin Dhie, Mak." Aura dingin dan arogan terpancar jelas dalam suara Badra. Mau tak mau Mak Lampir melepaskan jewerannya. "Badraaaaaa pangeran ku! Pujaan hatiku!" Joan berlari kecil ingin memeluk Badra. "Stop!" Tapi dengan angkuhnya Badra menyuruh Joan berhenti. Joan sudah senang saat Badra berjalan kearahnya, "Berisik aunty! Jangan teriak-teriak. Ini tuh dirumah, bukan dihutan!" Tapi buat memarahi Joan, bukan memeluknya. Joan hanya bisa manyun. Cemberut. "Badraaa!" Giliran Dhie yang berlari untuk memeluk Badra. Tidak seperti pada Joan, kali ini justru Badra merentangkan tangannya untuk menyambut pelukan Dhie

