Sreeett.... Badra mencabut jarum infus ditangan Dhie. Satu persatu peralatan medis yang menempel ditubuh Dhie, ia lepaskan dengan hati-hati. Sementara disofa, Mak Lampir dan Joan tertidur lelap. Mereka akan tertidur dalam waktu lama karena terkena ajian sirep mimpi milik Badra. Sreett ! Krekk! Angin masuk menerjang jendela yang dibuka. Kelap kelip lampu pemukiman penduduk menjadi pemandangan indah di waktu malam. Perlahan Badra membungkus tubuh Dhie dengan selimut, lalu digendongnya mendekati jendela. Badra melirik pada Mak Lampir lalu beralih pada Dhie yang berada dalam gendongannya. Tekadnya semakin bulat untuk membawa Dhie pergi agar bisa menyelamatkannya. Lalu, wuusshh sekejap Badra melompat dari jendela kamar dan menghilang dalam kegelapan malam. Dan ketika pagi menjelang yang ter

