CHAPTER #38 TIGA PULUH DELAPAN “Loh, kok Mamah belum istirahat. Ini kan sudah malam Mah?” Kata Nio saat mau masuk kedalam rumah. Alise masih duduk di teras. “Belum Nio, Mamah masih ingin merasakan suasana Bandung.” Jawab Alise. “Papah mana, Mah?” Tanya Nio duduk disebelah ibunya. “Baru saja masuk kedalam. Ngantuk katanya.” “Ohh!” Jawab Nio pendek. “Nio, besok malam Mamah akan pulang ke Jerman. Tiketnya sudah ada.” “Kok? Buru-buru amat sih, Mah?” Tanya Nio. “Bukannya mau jalan-jalan dulu?” “Nanti saja Nio. Barusan kakek kamu telpon Mamah. Katanya ada hal yang penting mengenai biaya yang harus Mamah tentukan besarannya. Jadi ya, mau nggak mau Mamah harus segera pulang.” “

