CHAPTER #39 TIGA PULUH SEMBILAN Deka bangun dari tempat tidurnya dan menggandeng tangannya Nio mengajak keluar kamarnya. “Bagaimna hari ini, Nio? Ada masalah di kantor?” Tanya Deka. “Tidak ada, Pah. Nio kan hanya melakukan apa yang sudah Papah lakukan. Jadi, ya mulai dari situlah Nio mulainya. Ohh, iya Pah. Kita kan sudah tinggal 2 minggu lagi, Nio dan Ros menikah. Semua persiapan kita sudah hampir selesai. Undangan sudah berjalan. Nah, yang masih jadi pikiran adalah Mamah. Meskipun dia sudah jelas tidak akan datang. Apa Papah sudah melakukan sesuatu untuk membujuknya?” “Sudah beberapa kali Nio. Papah sudah menelpon Mamah, sudah telpon kakek. Semuanya masih sama. Mamah belum mau kesini. Hanya kakek bilang laksanakan saja. Bilang sama

