Kejujuran Mas Aryan

1541 Kata

"Pergi sekarang! Apa kau sudah tuli?" hardik mama mertua. Kemarahannya tampak semakin tak terkendali, kala menyadari Mela tak mengindahkan perintah beliau. "Mama saya bukan p*****r, Tante," desis Mela sambil menatap tajam wanita yang telah melahirkan suamiku. "Lalu, aku harus menyebutnya apa, hah? Jalang?" Emosi mertuaku nampak belum juga surut saat menatap ke arah gadis berparas ayu yang menurut pendapatku pribadi sebenarnya adalah gadis baik hati. Terbukti, saat beberapa kali dalam kesusahan, terutama dari segi finansial, Mela kerap membantuku. Dulu, ketika Mas Aryan belum hadir di tengah-tengah persahabatan kami. Mela, mungkin memang benar kalau memang aku yang sudah terlampau jahat padamu. Karena keegoisanku, aku telah merenggut bahagiamu. Mengambil Mas Aryan darimu. Maafkan aku, Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN