Kalian Berhak Bahagia

1510 Kata

Tidak! Bersama hati yang bergemuruh, aku menggelengkan kepala kuat. Ini mimpi buruk. Sungguh, bukan malam pertama seperti ini yang aku impikan dalam hidupku. "Mama … tolong El … El takut." Dalam keadaan takut luar biasa, aku terisak sambil memanggil mamaku. Bayang wajah cantik yang mengusap rambutku dengan penuh kelembutan, terus bermain dalam benak. Sosok yang memberikan cinta dengan tulus dan tanpa pamrih, meski aku hanya mampu merasakannya dalam kurun waktu tujuh tahun, membuat hatiku semakin melara bila mengingat wajahnya. Apakah jika dia masih hidup, dia akan rela melihat putrinya diperlakukan seperti ini? Apakah Mama akan rela? "Tolong jangan lakukan sekarang, Mas. Aku takut. Aku belum siap." Aku terus merintih saat kakak kandung Denis semakin liar mencumbu dan melakukan 'sesua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN