103. Tanpa Alea

1738 Kata

Alea baru saja selesai membantu Chela menjalani kontrol ringan sebelum jadwal keberangkatan ke Singapura. Gadis kecil itu kini tertidur di ruang rawat, wajahnya terlihat damai setelah seharian beraktivitas. Alea keluar pelan-pelan dari ruang rawat agar tidak mengganggu tidur Chela. Ia menutup pintu dengan hati-hati, lalu melangkah ke arah kursi tunggu di lorong rumah sakit. Kepalanya terasa berat. Tak lama, Deri datang menghampiri. Pria itu baru saja selesai bicara dengan dokter mengenai perkembangan kesehatan Chela. Wajahnya tenang, tapi matanya menyimpan keraguan. Ia menghentikan langkahnya ketika melihat Alea duduk sendirian. “Lea, kamu tidak pulang dulu?” tanyanya pelan. Alea menggeleng. “Tidak, Pak. Saya mau menemani Chela sampai malam nanti.” Deri ikut duduk di sebelahnya. Beber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN