116. Pencarian Oleh Kaisar

1548 Kata

Langit pagi itu tampak kelabu, menyiratkan suasana hati Kaisar yang sedang berantakan. Sudah seminggu penuh pria itu tidak bisa tidur dengan tenang. Bayangan wajah Alea terus muncul di setiap jeda pikirannya—saat bekerja, saat makan, bahkan ketika mencoba memejamkan mata. Kaisar sadar, ia terlambat. Semua penyesalan itu datang justru ketika Alea sudah benar-benar pergi dari hidupnya. Tapi kali ini, tekadnya bulat. Ia ingin menemuinya, meminta penjelasan, dan kalau bisa, memperbaiki segalanya. Dengan langkah tergesa, Kaisar memasuki lobi rumah sakit tempat Alea bekerja. Aroma antiseptik yang khas segera menyergap hidungnya. Ia berdiri di depan meja resepsionis, menatap petugas yang sedang menunduk memeriksa berkas. “Permisi, Mbak,” ucapnya sopan namun suaranya terdengar tegas. “Saya ingi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN