Beberapa hari telah berlalu, Panji juga tidak ada kabar sama sekali namun ketika Kelana tiba di rumahnya setelah berkantor seharian, ia dikejutkan ketika melihat rumahnya kedatangan tamu dan tamu itu adalah Panji dan kedua orang tuanya. Kelana membulatkan mata, ia tidak menyangka dengan apa yang ia lihat saat ini Panji datang bersama orang tuanya, tanpa menghubunginya sama sekali. Saking terkejutnya Kelana diam di tempat, ia tidak bergerak sama sekali dan masih menatap Panji yang saat ini menyunggingkan senyum paling tampan. "Apa yang kamu lakukan? Kenapa diam saja? Ayo duduk sini," tanya Malik. Kelana mengangguk lalu duduk di sebelah Fauziah. Kelana tidak membalas tatapan Panji saat ini. Panji tersenyum dan merasa bisa hidup lebih lama. "Inilah, Ma, Pa, wanita yang ingin aku nikahi d

