Kelana duduk dihadapan Fauziah, makanan sudah siap di depannya dan sudah disuguhkan oleh mbaknya, Kelana benar-benar senang melihatnya, disaat tubuhnya lelah karena seharian bekerja, ia mendapatkan perlakuan istimewa ini. Kelana mendesah napas halus dan menatap wajah mbaknya. “Makasih ya, Mbak,” ucap Kelana. Fauziah mengangguk dan tersenyum. “Ayo makan, kamu pasti lapar.” Kelana mengelus hijabnya dan mengangguk lagi. “Mbak tahu aja kalau Lana lapar.” “Ya pasti tahu lah, Dek. Kan perut kamu itu ngamuk.” “Hihi. Terdengar ya? Soalnya tadi hanya makan sepotong roti.” “Kamu kan ada maag, jadi kamu harus makan tepat waktu, jangan pernah tidur tanpa makan,” sambung Fauziah membuat Kelana tersenyum mendengarkan, sejak dulu Fauziah memang memperhatikan makanannya, bahkan setiap pagi bekal mak

