"Maksud lo apa?" tanya Iza melihat Panji yang saat ini bersiap-siap, berpakaian sangat rapi. Iza menoleh melihat Tora. "Lo yakin mau ke rumah Kelana? Apa lo gak mau dengerin kita?" tanya Tora membuat Iza mengangguk membenarkan. "Mulai sekarang gua harus maju, dan gak pengen mundur lagi," kata Panji. "Tapi kan seharusnya lo tenang dulu, gue kan udah bilang kalau Kelana itu masih menjalani masa iddahnya. Apa lo gak bisa sabar dikit?" "Ya kan hanya temenan, emang gua mau ngelamar Kelana sekarang?" geleng Panji. "Tapi lo yakin mau ke rumahnya?" "Yakinlah emangnya kenapa? Kalian ini kok kelihatannya seperti takut banget kalau gua ke rumahnya Kelana, gua nggak akan buat apa-apa di sana, gua juga nggak berniat jahat kok, tapi kalian kayaknya takut banget." Panji menggelengkan kepala. "Buka

