Kelana 89

1834 Kata

Kelana menoleh sesaat melihat Panji, ia benar-benar tak nyaman ada Panji di sini, Kelana juga keheranan dan tidak tahu harus mengatakan apa, hal ini adalah yang pertama baginya dan berbeda sekali ketika bersama Adnan, Kelana mendesah napas halus dan menoleh lagi melihat Fauziah yang kini memberinya kode. Kelana mengangkat kedua bahunya, menandakan bahwa ia tidak tahu apa-apa. Kelana tak tahu harus bagaimana. “Kamu sudah lama kerja di perusahaan itu?” tanya Malik. “Sudah 9 tahun,” jawab Panji. “Wah. Lama juga ya,” angguk Malik. Panji menganggukkan kepala, Panji sebenarnya merasa gugup juga berada di tengah keluarga Malik saat ini, karena jujur saja mereka semua lebih banyak diam, yang mengatakan sesuatu hanya lah Malik. Kelana yang menjadi tujuannya kemari juga tak mengatakan sesuatu d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN