Kelana mengantarkan Panji sampai ke depan rumahnya, Kelana mendapatkan izin dari Malik jika iya bisa mengantarkan Panji sampai di depan pagar rumah, Panji naik ke atas motornya dan meraih helmnya. Kelana tersenyum dan memberikan helm itu kepada Panji, sebenarnya Kelana merasa tidak nyaman jika Panji datang ke rumahnya dengan cara seperti ini, karena ia tidak mau ada kesalahpahaman nantinya. Namun, ia juga tidak bisa melarang seorang tamu datang ke rumahnya, apalagi tamu tersebut adalah tamu yang sopan dan tidak melakukan hal-hal aneh. "Terima kasih ya, Lana, untuk hari ini. Jujur saja, aku senang banget karena ternyata keluargamu sangat welcome dan baik padaku," tutur Panji masih duduk di atas motornya dan bersiap pergi. Kelana menautkan alis, lalu menunduk sesaat, lalu melihat Panji ke

