Enam Bulan Kemudian. Pagi menunjukkan pukul 8. Kelana baru tiba di kantor karena ia terkena macet, ojol yang sering mengantarkannya ke kantor dan menjemput, tiba-tiba tidak bisa melakukan pekerjaannya karena anaknya sakit. Kelana mengelus dadanya ketika ia baru tiba di kantor tepat waktu, untung saja tidak telat. Kelana menoleh sesaat melihat Iza yang saat ini mengangguk dan tersenyum, lalu Kelana menoleh ke arah meja kerja Panji yang masih kosong. Kelana menoleh lagi melihat Iza dan Iza memberinya kode agar tidak memikirkan apa pun dulu, karena ia harus bekerja sekarang. Kelana hanya penasaran, sudah dua hari ini Panji tak masuk kerja. Ada apa sebenarnya? Kelana menahan diri untuk tidak bertanya, dan mengurus pekerjaannya dahulu. Karena, ia sudah hampir terlambat. Tak lama kemudian, S

