Kelana 92

1648 Kata

Akhirnya pekerjaan Kelana selesai, sore menunjukkan pukul 5.30. Ia menaruh semua pekerjaannya di atas meja Sonia dan juga Mira, karena besok akan dievaluasi. Kelana menoleh sesaat melihat Iza, dan memberinya kode. Iza mengangguk dan tersenyum. Sementara yang lainnya sudah bersiap pulang. Tak lama kemudian, Dion datang dan menghampiri Kelana. Kelana menoleh dan tersenyum. “Kelana, kamu sudah mau pulang?” tanya Dion. “Iya. Ada apa? Masih ada pekerjaan?” “Tidak ada. Aku hanya bertanya,” geleng Dion. “Kalau begitu bagaimana kalau aku antar kamu pulang?” Kelana menoleh dan melihat Iza, Iza menggeleng dan menyuruh Kelana untuk menolaknya dengan sopan. Karena mereka sudah janjian. Kelana juga tak mau merepotkan Dion dan yang utama adalah ia tak mau memberikan harapan kepada Dion. “Maaf, ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN