Kelana 93

1376 Kata

Tora menautkan alis ketika melihat Panji terus saja tersenyum, seperti orang gila. Tora juga tidak tahu apa masalahnya, kenapa Panji senyum-senyum terus, bahkan jika ditanya, Panji menjawab dengan santun dan dengan seulas senyum paling tampan, seolah senyumnya itu mampu menyihir siapa pun yang melihatnya. Tora melihat ibu Panji yang saat ini juga mengangkat kedua bahunya karena tak tahu apa-apa. “Ma, kita pulang ya,” kata Panji pada Lita. “Pulang? Kakimu saja belum sembuh,” jawab Lita. “Ma, aku udah sembuh,” lirih Panji. “Kamu ini kenapa sih, Nak? Lihat dirimu. Kamu masih harus menerima perawatan, namun kamu mau pulang? Aneh kamu,” geleng Lita lalu memperbaiki selimut putranya. “Mama gak mau dengar ya apa yang kamu katakan. Mama gak akan izinkan kamu pulang. Kamu harus sembuh dulu ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN