Kelana 94

2105 Kata

"Ya, itu terserah kamu, Abang nggak akan pernah ngelarang kamu untuk melakukan sesuatu yang kamu inginkan, karena abang pernah mencegah dan melarang kamu, 'kan?" Malik menggelengkan kepala. Kelana tersenyum mendengarkan perkataan Abangnya. Abangnya itu sudah pasti menyayanginya, karena itu Abangnya selalu melakukan banyak hal untuk menjaganya dari mata-mata jahat. Kelana menoleh melihat Fauziah yang saat ini menganggukan kepala, Fauziah memang mendukung apa pun yang ia putuskan, asalkan masih dalam hal wajar. "Jika Panji mau menunggumu sampai 1 tahun dan dia tidak masalah dengan hal itu, artinya dia pria yang baik dan mau berkorban untuk kamu, jadi jika kamu menanyakan persetujuan Abang. Abang pasti setuju karena pria itu adalah pria yang tepat buat kamu dan kamu sukai juga." "Tapi juj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN