"Saya terima nikahnya Kelana Larasati binti Almarhum Herman dengan mas kawin seperangkat alat sholat, uang 500 juta dan 1 unit apartemen dibayar tunai karena Allah." Satu kali hentakan napas, Panji memberikan janji kepada Kelana. "Bagaimana para saksi? Sah?" "Sah!" "Sah!" "Alhamdulillah." Penghulu lalu memimpin doa. Setelah selesai, Kelana meraih tangan Panji dengan menitihkan airmata. Panji menyeka airmata Kelana dan menggelengkan kepala. Iza ikut menangis, ia menyeka airmatanya dan berusaha tenang, karena akhirnya cinta Panji dan Kelana bersatu. Bukan hanya Kelana dan Iza yang menangis, melainkan semua orang yang tahu hidup yang dijalani Kelana. Ummi dan Abah yang datang sebagai tamu pun menitihkan airmata. Setelah seluruh proses akad nikah selesai karena dan Panji melangkah menu

