Kelana mengelus dadanya yang sejak tadi sudah berdetak begitu kencang, bagaimana tidak jika di kamarnya yang kecil ini akhirnya menemukan pasangan baru, Kelana masih tak percaya bahwa dirinya sudah menjadi seorang istri yang memiliki kewajiban untuk anak-anaknya. Kelana tersenyum dan mendesah napas halus, dan menoleh sesaat melihat ke arah pintu kamarnya, karena Panji sedang mandi dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi, sementara kamar mandi di rumahnya hanya ada satu kamar mandi umum. Kelana juga sudah mengenakan pakaian tidur, Kelana sudah membersihkan tubuhnya dan bergantian dengan suaminya yang saat ini ada di kamar mandi. Kelana meraih ponselnya ketika mendengar suara notif, Kelana melihat pesan dari Iza. (Apa kamu gugup? Aku merasakan kegugupanmu.) Meskipun Kelana tak melihat Iz

