Kelana 107

1619 Kata

Beberapa bulan berlalu, Kelana dan Panji sudah pindah ke rumah baru mereka, Panji memang memiliki rumah pribadi yang cukup besar, dan itu ia peruntukkan untuk istrinya kelak. Karena mereka sudah menikah, Panji membawa Kelana ke rumah pribadinya. Kelana juga tidak memahami apa yang terjadi pada suaminya. Mengapa suaminya memiliki rumah sebesar ini, yang ia tahu Panji adalah pria yang cukup sederhana dan tidak pernah menampakkan kekayaan. Panji datang dan duduk disebelah istrinya, ia memeluk Kelana dan mencium pipinya. Hal itu lah yang selalu Panji lakukan setiap kali berdekatan dengan istrinya, Panji akan mencium dan memeluk Kelana, bahkan mengecup bibirnya dengan sangat mesra. “Ada apa, Sayang? Kenapa kamu diam saja dari pagi?” tanya Panji. “Bang, apa ada yang gak aku tahu tentang kamu?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN