PS 5

963 Kata
Angela Sudah tiga hari ini pak Gata tidak terlihat di kantor, menurut Mbak Sami, pak Gata sedang keluar kota, sayang sekali, bekalku harus aku bagi dengan mbak Sami, wanita itu tentu saja senang, katanya dia bisa menghemat uangnya. Tentu saja yang paling menyesalkan, aku tidak mendapatkan Uang saku dari pak Gata, uang hasil menjual bekal buat mama ke lelaki bujang itu. Mbak Sami yang untung aku yang terkor jadinya. "Weekend besok, kamu ada kerjaan nggak?" baru saja aku kembali dari kamar mandi, menatap heran Mbak Sami yang sedang berbicara lewat telepon kantor. "Njel, aku nanyain kamu!" Gerutu Mbak Sami, "ohh Angel kira mbak bicara sama orang di sebrang sana," jawabku dengan polos, Mbak Sami memutar bola matanya, lalu menlajutkan pembicaraan entah dengan siapa. "Besok kamu aja ya ke apartemenya pak Gata, tu sugar daddy lagi sakit," kata Mbak Sami setelah selesai menjawab telepon, "eeh kok Angel sih mbak," protesku, Mbak Sami malah mendudukan tubuhnya di kursiku, "Aku mau ketemu camer, kamu cuma bawaiin bubur aja paginya, kalau sakit si bos nggak mau makan lho, nggak perlu di suapin kok," saat ingin membantah Mbak Sami kembali bersuara," itu tadi pak Fini yang telepon, biasanya dia yang ngurus pak gata kalau sakit, sekarang pak Fini juga ada acara, toh kamu juga jomlo, jadi bisalah kamu tengokin si bos." mendengar perkatan Mbak Sami membuatku mengangguk saja, aku tidak ada kesempatan untuk membantah, toh janji jalan-jalan dengan Angelo bisa aku batalkan. "ya dah, tapi kalau ngajak Angelo nggak apa-apakan? nggak enak kalau cuma berduan sama si bos." Tentu saja aku tidak bisa pergi sendiri, bisa-bisa ada orang yang salah paham, "Nggak apa-apa kok, asal jangan konser di sana," gurau Mbak Sami sambil tertawa, tawa menular padaku, tentu saja aku bisa mengerjai Angelo besok. .. "Jadinya kita kemana ni?" Aku membuka ponsel dan memperlihatkan alamat apartemen pak Gata, Angelo menaikan sebelah alisnya, "Kok ke sana? nggak jadi ke Perpustakaan nasional?" Aku menggelengkan kepala, "pak Gata sakit, biasa pak Fini yang ngurus, tapi hari ini dia sibuk, Mbak Sami mau ketemu camer, jadinya gue jadi kambing hitam." Angelo mangut saja, tidak ada bantahan, toh kami hari ini di 'usir' oleh Mama Kemala, sekarang jadwalnya mama untuk me time. Aku dan Angelo akan pergi berdua dari rumah. "Setidaknya apartemenya pak Gata ada Ac, ayok naik." tentu saja, dari pesan pak Fini, dia sudah mengisi penuh kulkas pak Gata, katanya titah dari pak Gata, saat pak Fini memberitahu yang akan datang Angelo dan aku. Saat masih sakit, lelaki bujang itu masih memikirkan calon anak angkatnya ini. "Lo yakin kita bisa masuk?" tanya Angelo berulang kali, aku menganggukan kepala singkat, aku mencari kontak pak Gata, lalu membuka panggilan video, agak lama aku menunggu, Angelo kini malah asik ngobrol dengan satpam, dasar anak itu. Dari info Mbak Sami, tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam gedung apartemen ini, mungkin karena menyangkut privasi dan juga ini apartemen ini termasuk mewah bagiku yang belum mendapatkan gaji dua digit ini. "kita bisa masuk," ujar Angelo, aku melongo, pak Gata tidak ada menjawab panggilan teleponku, mungkin dia masih tidur, "Kok bisa?" aku mengikuti Angelo masuk ke dalam lift, adikku itu nampak santai, "yoi, ternyata pak Fini udah nitip foto kita di sana, untung gue sok akrab tadi hehe." ucap Angelo dengan bangga, tau gitu tidak perlu susah-susah aku untuk melepon, mungkin karena weekend tidak ada satupun penghuni gedung apartemen ini terlihat, saat kami tiba di lantai 25 di mana unit apartmen pak Gata berada disini, "Njel cepetan gue mau rebahan lagi," seru Angelo dengan tidak sabar, "Tunggu gue masih nelpon pak Gata," seru ku, Angelo menghela napas panjang, lalu menyadarkan tubuhnya di pintu, namun hampir saja terjuangkal, pintu terbuka dengan tiba-tiba dari dalam, "Aduh!" Teriak Angelo, aku terkikik, lalu menyapa pak Gata, raut wajahnya masih belum sesegar biasanya, bibir yang selalu cerewet itu kali ini pucat, dan namun matanya tidak sesayu kemarin, diam-diam pak Fini memfotonya, untuk menyakinkanku jika pak Gata benar-benar sakit. "pak kita boleh masuk nggak sih? ini pinggang saya sakit, habis terjungkal." ingin rasanya aku menginjak kaki Angelo, bisa-bisa dia tidak tahu malu, "ayo masuk, anggap aja rumah sendiri," ajak Pak Gata, suaranya juga masih serak, Aku dan Angelo masuk mengekori pak Gata, unit apartemen pak Gata begitu luas, namun tidak terlalu banyak barang yang di pajang, di ruang tengah cuma ada satu sofa panjang dan tv berlayar lebar, Komposisi warna monokrom membuat apartemen ini terlihat minimalis dan elegant, di ujung sana, dapur dan meja makan, aku mengeritkan dahi, meja itu terlihat baru, apa jarang digunakan ya. "pak Gata istirahat aja di kamar, saya lupa beliin bubur pak," ucapku dengan pelan, aku meruntuki kebodahanku, tadi aku lupa mengajak Angelo mampir membeli bubur di tempat langganan pak Gata, pak Gata hanya mengangguk singkat, lelaki itu memaksa untuk tersenyum, "Nanti kita bisa beli online," jawaban pak Gata makin membuatku tidak enak, aku mengalihkan pandangan ke Angelo, adik kembarku itu malah diam terpaku, "Tapi bapak tenang aja, Angelo bakalan buatin pak Gata bubur paling enak!" seruku bersemangat, lalu menarik Angelo hingga adikku itu membalikan tubuhnya. "Masakan saya di jamin enak pak, Pak Mangata bisa rebahan aja dulu," seru Angelo penuh semangat, kali ini aku yang dibuat bingung oleh Angelo, bahkan ia langsung pergi ke dapur, tanpa mengajakku. Bapak Gata mengulas senyum, lalu mendudukan tubuhnya di sofa, "Yang buat saudara kembar kamu bersemangat, ya cuma itu." aku mengikuti arah tunjuk pak Gata, mataku terbelalak, sekali lagi aku meyakinkan pandangan, damn it! PS 5 incaran Angelo tertata apik dirak di bawah tv, sialan, tidak mungkin juga Angelo bisa bersemangat seperti itu, jika tidak ada maksud yang lain, "Angelo, nanti kalau saya udah mendingan kita main PS 5 ya!" teriak Pak Gata, "Boleh banget pak, saya juga lagi di usir sama mama, pulang malem nggak masalah kok," balasan Angelo, membuat pening kepala ku, aku bisa mati bosan di sini. TBC
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN