Merindukan Dia

932 Kata
Mangata 'Tuhan aku rela menukar semua uangku, demi melihat kegembiran mereka' kebagiaan yang dulu seolah semu bagiku, bermimpi saja aku tidak berani, namun Tuhan sangat baik, sebuah berkat hingga aku bisa berkumpul dengan anak-anakku hari ini. Kegiatan berbelanja tempo hari saja sudah sangat membuatku senang, namun hari ini mereka datang meramaikan apartemen ku, demam yang aku derita semenjak kemarin mendadak sembuh, setelah makan bubur buatan Angelo dan juga kehebohan mereka saat main PS5, keduanya tidak ingat waktu, dan aku ingin melihat mereka lebih lama lagi, namun aku tidak ingin membuat Kemala curiga, meskipun Angelo bilang mamanya telah "mengusirnya" selama sehari, "Kalian mau pesen apa?" aku sedang membuka aplikasi pesan makanan online. Teriakan kemenangan Angela terdengar, disambut seruan kalah dari Angelo. "Mekdi aja pak Gata, Angelo yang kalah,nanti dia yang buatin sambelnya." Angela begitu bersemangat menyebut nama sebuah restoran cepat saji, "sekalian kentang gorengnya pak, mumpung masih jam setengah lima, habis makan lanjut main lagi." Balas Angelo, anak itu sudah bersiap-siap untuk membuatkan Sambel untuk kakaknya. "Pak Fini tahu aja ya, kita mau buat sambel, terasinya juga dibeliin." Seru Angelo, membuat Angela tertawa, Aku menaikan alisku, tidak mungkin pak Fini membelikanku terasi, aku sangat jarang masak, meskipun memasak aku tidak pernah menggunakan terasi. "Terasi itu pesanan istrinya, dia lupa ngambil, kemarin malam gue di Wa" jawab Angela, membuat tawaku pecah, ada-ada saja kelakuan pak Fini. "Kamu nggak mandi dulu? kamu bisa pake kamar tamu di sana." Angela nampak ogah untuk bangun, ia masih asik memakan cemilan yang dibelikab pak Fini. "Nanti aja pak, males." Aku menggeleng kepala, "Lo mandi dulu Njel, Nanti di rumah biar nggak mandi lagi," teriak Angelo dari dapur, hal itu membuat Angela mengangguk, "Tapi baju gue nggak ada," seru Angela, bibirnya mengerucut lucu. "Kemarin Tote bag kalian ada yang tertinggal, tunggu dulu saya ambilin." Aku bergegas masuk ke dalam kamar, aku tidak mengijinkan mereka masuk ke dalam area pribadiku, bukan apa-apa, namun mereka yang akan syok melihat foto diatas tempat ranjang itu, itu foto Kemala dan aku saat liburan ke Bali, foto yang sudah lama, namun tetap aku simpan. "Nih--" Aku menyerahkan tiga Tote Bag kearah Angela, Puteri ku itu bersorak. "Saya kira, pakaian ini hilang pak," kata Angela, "Ini seperti punya Angelo pak, ya sudah ya mandi dulu." Aku mengangguk, lalu menyuruh untuk mengambil perlengkapan mandi dan handuk di lemari, kamar itu memang aku persiapkan untuk tamu. ... "Kamu mau ikut kebawah Njel?" Angela sudah selesai mandi, begitu pula dengan Angelo, sambel yang telah ia buat juga sudah tersaji apik di meja makan, akhirnya meja makan itu berguna juga sesuai fungsinya. "Mau pak, kasihan pak Gata bawa sendiri," aku terkekeh, lalu masuk ke dalam kamarku, mengambil ponsel. "Hayuk, saya juga mau ambil paket." Angela segera bangun dan menyusul ku, "Nih pak Kegiatan mama jika lagi Me time," seru Angela sambil memperlihatkan video yang mamanya buat. "Cantik," aku bergumama, mataku terfokus pada Kemala yang sedang bersenandung sambil membaca buku. "Udah pak, jangan dilihat terus, nanti jatuh cinta lagi," Goda Angela, hal itu membuatku mengalihkan pandangan, sialan, Kemala malah terlihat nambah cantik. Akhirnya lift terbuka, Aku masuk terlebih dahulu, Angela masih tertawa, ia bediri di sampingku, namun saat aku ingin memencet tombol, seseorang masuk dengan terburu-buru, hingga aku mengurungkan niatku, "Lantai 1 Juga?" aku bertanya, wanita itu hanya menganggukkan kepala, Aku mengedikan bahu, setelah menekan tombol lift, Aku kembali lagi ke posisi semula berdiri disamping Angela, Anak itu masih cekikikan, aku menunduk sejenak, tiba-tiba sudut bibirku tertarik ke atas, waktu begitu cepat, Angela nampaknya sudah memiliki ketertarikan dengan lawan jenis, mending aku menggodanya. "Ciee--" godaku sambil mengacak rambutnya, hal itu membuat Angela menatapku tajam, "Apaan sih pak Gata, ini cuma temen." kilah Angela, wajahnya memerah. Aku tertawa, "Temen apa temen," godaku lagi, mata Angela melotot. meskipun aku tertawa, aku tidak akan mengijinkan puteri ku memiliki pacar dulu, aku baru bertemu dengannya dan waktu yang aku habiskan dengannya belum terlalu lama. "Kayaknya saya kenal deh sama orang tadi pak, terus saya lihat dia kayak ngerekam saya." perkataan Angela membuatku menghentikan langkah, "Mungkin cuma perasaan kamu, ayok jalan nanti ayamnya keburu dingin." Mata Angela berbinar setelah mendengar kata Ayam, dari cerita mereka berdua Kemala melarang mereka untuk makan junk food sering-sering, berbeda dengan ku yang selalu menjadikan junk food pilihan makan jika lagi malas untuk memasak. ... Setelah hampir seminggu aku tidak masuk ke kantor, hari ini begitu menyenangkan, akhir pekan kemarin aku menghabiskan waktu dengan Angelo dan Angela, di hari Minggu mereka datang lagi ke apartemenku, dan mengajak ku untuk main PS5 lagi, sempat aku menawarkan mereka untuk membawa PS5 itu pulang, namun opsi itu di tolak oleh mereka, katanya nanti Kemala malah curiga. Angelo dan Angela sudah membuatkan ku catatan, hal-hal apa saja yang harus aku lakukan dalam proses pedekatan dengan mama mereka, yup Angelo berada di kubunya sekarang, anak itu sangat bersemangat menjodohkanku dengan mama mereka. "Pagi semua." Aku menyapa Sami dan Angela, keduanya nampak juga baru sampai, "Ehh Pagi pak!" Sami gelagapa, ia masih mencatok rambutnya, mungkin dia sungkan, setelah melihatku. "Laporan dari perusahaan cabang udah di ruangan saya?" tanya ku pada Angela, "Sudah pak," jawab Angela dengan cepat, "Sami, kopi hitam satu." Sami mengangguk singakat, segera aku masuk kedalam ruangan ku. Kedua sudut bibirku tertarik keatas, mengukir sebuah senyum. Angela tidak melupakan tugasnya membawakanku makan siang, tentu saja ini tidak gratis, anak itu meminta uang kepadaku. Setelah mengecek email dan membalas pesan, aku membaca laporan dari perusahaan cabang, banyak pekerjaan menungguku, sebelum sakit aku sempat pergi keluar kota dan hal itulah yang membuat kondisi tubuhku drop, aku tersenyum kecil, mengingat kemarin kedua anak itu membawakanku nasi goreng buatan Kemala, Hal itu membuat semakin merindukan wanita itu. TBC
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN