Kucing Kawin

1040 Kata
Angela melirik ponsel yang ia bawa, lalu menghela napas panjang, kenapa ia jadi deg-degan, ah hari ini ia kan bertemu dengan seluruh anggota NCT, ya Tuhan ia tidak pernah bermimpi untuk menonton konser idolanya, mama pasti akan melarangnya. Kata Angelo, semuanya sudah diatur sedemikian rupa, konser akan berlangsung di lapangan bola milik kampus Angelo, penjagaan ketat sudah di persiapakan, tidak ada orang luar yang menonton konser itu, kecuali mendapatkan undangan khusus dari BEM. kata Angelo sebagian besar gadis-gadis di kampusnya adalah pencinta korea, dan tentunya kesempatan menonton NCT ini tidak akan di lewatkan, Angela beruntung karena Angelo adalah panita yang langsung berhubungan dengan promotor tur yang mendatangkan NCT ke Indonesia. ada dua konser berbeda pada malam ini, satu lagi acara konser dengan musisi papan atas Indonesia, yang pastinya tidak kalah seru dengan konser NCT. Selain itu juga stand-stand makanan yang enak, Angelo sudah berjanji mereka akan mencoba satu persatu makan yang di jual. Angel merapikan kembali rambutnya, tadinya ia memilih untuk menggerai rambut panjangnya, namun niatnya ia urungkan kembali ia memilih mengikat rambutnya dengan up-ponytail styles . Angela menatap bayangan dirinya di cermin, bajunya sudah okey, ia memakai kaos milik Angelo berwarna putih di padukan dengan celanan cargo berwarna hitam tak lupa sepatu kets putih hadiah ulang tahun dari mantan pacarnya yang dulu. Sebenarnya Angela ingin mengembalikan sepatunya, namun sayang juga jika di kembalikan, Angela terlanjur sayang pada sepatunya bukan sang mantan kekasih. Sang mantan pun tidak keberatan lelaki itu sedang tidak berada di kota ini. "Njel!"Teriakan Kemala dari bawah membuat Angela menyambar tas ranselnya, "Iya ma." Angela menutup pintunya dengan kencang, membuat mamanya berteriak lagi. "Sudah berapa kali mama bilang, kalau tutup pintu pelan-pelan." Angela meringis, mengelus dadadnya pelan, menangkan diri karena teriakan sang mama. "Mama." Kemala menatap Angela sekilas, lalu menghela napas panjang. "Nanti pas pulang bawain mama martabak, jangan pulang larut malam." Kemala sebenarnya ingin melarang Angela pergi, ia tidak ingin sesuatu terjadi. Kemala pura-pura tidak tahu, jika Kampus Angelo adalah milik dari lelaki itu, Kemala juga tidak bisa melarang Angelo kuliah di sana. "Iya, mama jangan nonton drakor sendirian ya? nanti kalau mama nangis siapa yang bakal nenangin mama." Mata kemala melotot menatap Angela, "Maksud kamu apa? yang nangis kejer tu kamu." "Ihh kok Angela sih, mama kali." belum sempat Kemala bersuara, suara klakson terdengar, "Angelo udah tiba ma, Angela pergi dulu." Angela mencium tangan mamanya, belarian keluar dari rumahnya, tak sengaja itu menutup pintu dengan keras lagi, pasti mamanya sudah mendumel kembali. "Lo nggak dimarahin mama?" tanya Angelo, biasanya kalau ia menutup pintu dengan keras, mamanya akan mengaung seperti singa marah. "Lo udah tau jawabnya malah nanya balik." sahut Angela kesal, rasa kesalnya hanya sekejap, ia senang sekarang, ia punya helm baru, baru kemarin Angelo yang membelikannya. "Uang tu helm belum lo balikin, ntar balikin ya," ujar Angelo, sebenarnya ia bisa saja mengiklaskan uang itu, namun ia sudah membelikan Angela banyak hadiah. "Iya," sahut Angela tak bersemangat, ia kira helmnya itu hadiah ulang tahunnya tiga bulan yang lalu . Perjalan menuju kampus Angelo hanya 30 menit tanpa macet, dan 45 menit karena macet, itupun Angelo harus pinter-pinter nyelip sana sini. apalagi body motornya yang sangar. "Lo nggak ada niatan jual nih motor?" Tanya Angela iseng saat menunggu Angelo turun dari motornya, "Diem deh Njel, pertanyaan lo basi banget. baru juga tiga hari ni motor gue beli lo udah nanya kapan mau ngejual, lo waras." Angela memutar bola matanya, "Lagian juga lo beli motornya aneh gini, kan gue nggak bisa minjem." Angelo tertawa, "Makanya tumbuh tu ke atas, jangan belok kesamping." ledek Angelo, lelaki itu tertawa namun sepersekian detik berubah menjadi teriakan nyaring, Angela dengan sengaja menyiku perut Angelo lalu menginjak kaki adiknya. "Sekali lagi lo ngomongin fisik, gue nggak segan-gan buat fisik lo babak belur." Ancam Angela, sudah berapa kali ia memingatkan Angelo jangan pernah menghina fisik, mentang-mentang fisiknya bagus. Angela menghela napas panjang, lalu pergi meninggalkan Angelo di parkiran. tidak peduli jika ia tersesat, ia malas dengan sikap Angelo. langkah kaki Angela terhenti, menengok kanan kiri, hamparan mobil mewah kini berada di sekitarnya, nampaknya ia benar-benar salah mengambil jalan keluar, dari parkiran roda berada di ujung sana, Angela menunjuk arah kanan namun tidak ada motor yang terlihat, hanya mobil. sorot lampu terlihat, namun Angela mendadak lemas, itu sangat jauh, ya Tuhan, kenapa ia bisa tersesat gara-gara ngambek. Gagal sudah ketemu 23 bujang NCT, seharusnya rasa kesalnya ia pending sampai besok, kalau sudah begini kesempatan melihat seluruh anggota NCT akan kandas, mau teriak nggak etis, Angela harus tetap berpikir dengan tenang, mengambil gawainya di dalam tas, lalu mulai menelpon Angelo, melangkahkan kakinya, Angela menyusuri jalan di parkiran itu, ada suara-suara aneh, seperti suara kucing milik tetangganya saat musim kawin. masalahnya ia harus mencari cari untuk bertemu dengan 23 bujang NCT, bukan mengintip kucing kawin di area parkir. "Angelo?" gumam Angela, mata tak sengaja melihat dua orang sosok yang mengeluarkan suara aneh itu, postur tubuh lelaki itu mirip Angelo, Angela memasukan kembali gawainya ke dalam ranselnya, ia menyeringai, ternyata Angelo sudah melanggar janjinya. " Angelo sialan" Meregangkan kedua tanganya, Angela melepaskan ranselnya, ia berjalan amat pelan,lalu tanpa Aba-aba Angela mengayunkan tasnya, hingga menenai kepala lelaki yang sedang asik berciuman. "Anj*ng, b*****t!" tubuh Angela menegang, suara itu bukan suara Angelo, memakai tas ranselnya lagi, Angela tetap harus santai, ia tidak salah disini, lelaki itu yang salah make out di tempat umum. "Lo mau kemana!? Sialan, wanita berengsek!" belum sempat Angela melangkahkan kaki untuk kabur, tangannya tiba-tiba di cekal dengan kuat. "Jangan harap lo biasa kabur!" dengan wajah memerah lelaki itu mengancam Angela, ah tidak seru, seharusnya Angela yang marah, karena telingan sudah tercemar dengan suara-suara aneh, tadi. "Siapa yang kabur, gue cuma mau pergi, sorry acara kucing kawinnya harus gagal." Ucap Angela sambil cengengesan. "Lo harus tanggung jawab." Matanya Angela melotot, "Lo yang kawin, masak gue yang tanggung jawab, maunya di enak aja ya. gue mau pergi, 23 bujang gue udah nunggu, sayang kalau mereka nggak tampil gara-gara nunggu gue." Angela mengcubit tangan lelaki itu, membuat lelaki berteriak kesakitan. "Aah lo lebay jadi cowok, gue ciubit kesakitan, tapi berani make out di tempat umum. gue pergi yak. bye." Angela bersenadung kecil sambil melangkahkan kakinya menjauh dari lelaki itu, siapa peduli juga dengan lelaki itu, siapapun dia, semoga ia tidak memiliki saudara yang suka kawin sembarang tempat. TBC....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN