“Kamu kenapa? Kenapa lama sekali di dalam kamar mandi,” tanya Reyhan setelah Adinda kembali menghampirinya. Tak ada rasa khawatir, hanya saja Reyhan penasaran apa yang sudah terjadi pada Adinda sampai mual-mual seperti tadi. “Mas, aku udah telat datang bulan selama dua bulan, mungkinkah aku hamil?” Reyhan terkejut mendengar apa yang Adinda katakan barusan, hamil? Bukankah mereka sudah sangat lama tidak melakukan. “Kok kamu diam aja, Mas. Memangnya nggak bahagia kalau aku misalkan hamil?” “Terus, kalau kamu memang ternyata hamil, saya harus apa? Yang jelas anak itu bukan anak saya.” Adinda terdiam, tak bisa berkata-kata lagi. Yang dia lakukan saat ini hanyalah diam, bingung harus melakukan apa, karena ternyata Reyhan tidak peduli sama sekali. “Aku akan periksa, Mas. Kalau kamu nggak

