Karina yang sibuk mencari informasi tentang adiknya, sedangkan di Jakarta Reyhan sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, entah kenapa kesehatannya sudah berangsur membaik semenjak malam itu. “Kamu yakin sudah boleh pulang, Nak?” “Kan, tadi Mami sudah dengar sendiri apa kata dokter. Reyhan menuruti mereka saja,” sahut Reyhan yang sudah selesai berganti pakaian. “Tapi kamu sudah sembuh, kan? Apa yang masih sakit, Nak?” “Kepala doang, Mi. Masih pening, selebihnya penyembuhan. Tenang saja, anak Mami ini laki-laki kuat, bukan wanita.” Mami Deli pun mengangguk saja, lagi pula ini semua sesuai dari perintah pihak rumah sakit yang sudah memperbolehkan Reyhan pulang. “Oh, iya, satu lagi. Mami jangan sewa pengasuh gadungan lagi, apalagi si Nata. Reyhan punya istri, tidak usah repot-

