“Ngapain Bapak ke sini? Bukannya udah ....” Ucapan Karina terhenti, mulutnya terkunci oleh cumbuan mesra yang dilakukan oleh Reyhan saat ini, di hadapan Aulia. “Hmm, ih!” Karina belum bisa melepaskan. Aulia merasa nyeri hatinya, baru pertama kalinya melihat seorang Reyhan seperti itu, bersama Adinda saja belum pernah melakukan di depan orang lain seperti itu. “Lepas ih! Bapak jangan kurang ajar sama aku!” “Rey, sebenarnya ada apa? Kok kalian bisa ....” Sebelum Aulia berpikiran yang tidak-tidak, dengan cepat Reyhan menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir, membuat Karina dan Aulia ternganga mendengarnya. Tak habis pikir dengan semuanya, Aulia sampai tak bisa menahan air matanya lagi, menetes berkali-kali membasahi pipinya. “Aulia, kamu kenapa?” tanya Karina. Reyhan pun dengan ce

