Bagian 19

1097 Kata

“Tega kamu, Mas. Tega kamu sampai menampar aku?” “Iya, saya harus tega sama kamu.” Deg, Karina sampai meringis ketakutan karena pertengkaran Reyhan kali ini begitu luar biasa menakutkan, terlebih lagi Adinda yang menghanyutkan perubahan sikapnya. Dulu, awal pertama Karina mengenal sosok Adinda, pemalu dan bahkan lemah lembut. Namun, kenyataannya seperti ini. Benar ternyata kenapa Reyhan tidak kuat dengan pernikahannya, bukan hanya sulit mempunyai anak, tapi sikap Adinda juga. “Mas, mau kamu apa, sih? Kenapa kita semua harus berkumpul di sini?!” “Mbak, sebaiknya Mbak duduk dulu. Biar lebih santai,” titah Karina. Adinda pun duduk, berhadapan dengan Reyhan. Sedangkan saat ini Karina duduk bersebelahan dengan Reyhan, tanpa menghiraukan Adinda di hadapannya, merangkul pinggang Karina deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN