Semenjak pertemuan dengan mantan di Turki, Karina tidak berani ke luar dari mansion lagi walaupun bersama Reyhan, entah mengapa dia lebih takut bertemu dengan mantan dibandingkan dengan si peneror waktu itu. “Pelayan ....” Pelayan itu diam tetapi menatap Karina dengan sopan, apakah dia tidak bisa bahasa Indonesia? Tetapi saat itu Karina dengar langsung Reyhan berbicara dengannya pakai bahasa Indonesia. “Kamu kenapa diam?” “Maaf, tapi saya bingung harus panggil apa, jujur saja saya pelayan asli orang Indonesia.” “Walah, jadi cuma kamu doang yang asli orang Indonesia?” Pelayan itu pun mengangguk, dia bagian perdapuran saja, mengurusi semua yang bersangkutan dengan makanan. “Kalau gitu, kamu bisa panggil saya Nyonya. Sama seperti di Indonesia gitu, jangan kaku deh.” “Baik, Nyonya.” “

