Pagi-pagi sudah kewalahan dalam merapikan kamar tidur sendirian, sempat menolak untuk dibantu oleh pelayan karena ini sebagian dari privasi. “Hei, masih sibuk saja? Apa kata saya tadi, lebih baik dibantu pelayan saja.” “Nggak usah, Pak. Kamar kita, kan, privasi.” “Kok panggil Bapak lagi, sih?” “Eh, he he maaf soalnya belum terbiasa, Sayang,” sahut Karina merasa malu. “Ya udah, terserah kamu saja. Hari ini saya mulai ke perusahaan, mau cek bagaimana keadaan dan perkembangan di sana, kamu di mansion saja. Kalau mau ke mana-mana izin dulu sama saya, dan diantar sopir.” Karina hanya mengangguk patuh, Reyhan berpamitan dan ke luar dari kamarnya, sebagai seorang istri, Karina kembali merapikan kamar dengan cekatan walaupun lelah saking luasnya. Belum tahu sama sekali perusahaan Reyhan di

