"Kamu ngusir saya?" Cahyo cukup kaget karena Jessi mengusirnya. "Nggak. Kan tadi bapak yang mau pulang?" "Jessi, dengerin saya...." Cahyo merasa perlu menjelaskan sesuatu meski dia tidak tahu adakah gunanya menjelaskan dalam situasi ini. "Apalagi pak?" Cahyo melangkah ke pintu, dan menutup pintu. Megang pundak Jessi hingga tubuh gadis itu menghadap ke arahnya. Cahyo natap manik mata Jessi. "Saya sayang sama kamu." Mata Jessi mengerjap-ngerjap. Jessi pengen teriak-teriak sambil nyanyi "we are the champion, my friend, and we'll keep fighting till the end" karena pada akhirnya, dosen incerannta mengungkapkan kata cinta. "Beneran pak?" Cahyo ngangguk. Duh emes. "Jadi kita...?" Jessi bertanya retoris, sekelompok kupu-kupu seolah berterbangan di perutnya menyalurkan rasa geli

