Cahyo nggak tau kenapa dia bisa ngelakuin tindakan senekat ini. Tindakan impulsif ini benar-benar tidak pernah dia rencanakan dan seharusnya tidak pernah dia lakukan. Tapi apa lacur? Dia hanya merasa bahwa malam ini, dia tidak ingin kehilangan Jessi, dan bicara tentang sosok pemuda yang dia duga kekasih Jessi, menambah gelora emosi dalam dirinya. Lalu, begitulah, Cahyo tidak bisa lagi mengandalkan logika, dia menarik tubuh Jessi dan mencium bibir gadis itu, begitu saja tanpa rencana. Rasa kenyal, lembut dan basah terasa di bibir Cahyo, aroma manis cherry yang berasal dari lipstik gadis itu terasa membuai dan membuat debar jantung Cahyo semakin kencang seperti genderang saat perang. Otak sehat Cahyo meneriakkan peringatan tanda bahaya dan sebelum Cahyo lebih kehilangan akal, pria tinggi i

