Ternyata setelah ku pikir-pikir memang ada keanehan juga dari dirinya, ya Marwah lah yang aku maksud. Sejak awal dia selalu bersikap agresif pada Gus Yusuf, tetapi yang ku rasakan balasan dari Gus Yusuf seperti ada sesuatu, tidak bisa ku pastikan itu cinta, pasti ada sesuatu yang memang aku tidak tahu. “Jangan banyak ngelamun, kalau suami ngajak gituan tuh harusnya kamu senang, Anisa. Kalau posisinya terbalik itu akan menyakitkan loh,” celetuk Marwah yang sedari tadi memang sedang membaca majalah di hadapan ku. Berbeda denganku yang sejak tadi bersih-bersih rumah sebelum malam, agar tidak terganggu pada saat beristirahat nanti oleh debu. Aneh sekali selalu saja ada debu padahal rumah semewah ini AC pun sangat terasa disetiap ruangan, aneh bukan? Aku juga tidak mengerti. “Anisa, kalau di

