Aku mencari Marwah, tetapi tidak ditemukan juga sampai aku lelah turun dan naik tangga berulang kali hanya untuk memeriksa lalu memastikan disetiap ruangan rumah ini, sebenarnya dia pergi ke mana? Berada di mana? Tidak mungkin dia pergi dari rumah tanpa izin dari Gus Yusuf, karena itu juga aku semakin bingung mencarinya. Setelah aku selesai menjawab telepon dari ustazah, Marwah sudah tidak ada seperti sekarang, walaupun entah sejak kapan dia pergi, aku tidak tahu kapan perginya sampai-sampai tak bisa menemukan dirinya. “Iya assalamualaikum, Gus? Kenapa menelepon? Maksudnya ada apa, Gus?” “Anisa, waalaikumussalam. Apakah kamu bersama Marwah saat ini? Saya berulang kali menghubungi dia tapi tetap tak bisa dihubungi.” Aku terkejut mendengarnya, benar-benar sangat aneh bahkan Gus Yusuf pun

