Umi sudah memberondong beberapa pertanyaan pagi ini, walaupun hanya melalui sambungan telepon, tetap saja salah satu pertanyaan yang ditanyakan adalah, kenapa tidak melayani suami? Kenapa selalu menunda dan lain sebagainya. Aku hanya bisa menghela napas berat, sulit rasanya menerima semua kenyataan ini, sudah berusaha untuk menahan segala ego, menahan segala sesak di d**a, tetap saja kenyatannya tak semudah yang dibayangkan. Selain hanya bisa memberikan jawaban yang cukup menenangkan bagi umi, aku pun hanya bisa berpasrah kepada Allah, apapun yang akan terjadi pada kehidupan ku di suatu hari nanti. Manusia hanya bisa berencana, Allah lah sang maha segalanya. Harus lebih berserah diri, dibandingkan menyerahkan diri, pagi ini pun aktivitas sedikit berbeda, setelah menyiapkan sarapan, aku

