Sendiri

2006 Kata

Matahari mulai meninggi. Seolah ingin mengatakan bahwa ialah sang cakrawala. Lisa menatap jauh ke atas sana. Tentu saja dengan pikiran yang tak karuan. Langit biru dengan awan putih kontras menjadi sebuah pemandangan yang sangat indah siang itu, tampaknya Lisa masih enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya. Sepertinya ia masih nyaman berada di sana. Dengan menatap pemandangan dari jendela kamar yang ia tempati. Tak lama telepon genggam nya pun berbunyi. Lisa dengan langkah yang gontai menghampiri benda pipih tersebut, yang sengaja ia letakkan di atas meja. “Sona memanggil ....” begitulah kalimat yang tertulis pada layar gawai milik Lisa. “Hm. Ada apa Son?”tanya Lisa dengan belajar seolah enggan berbicara. “Aku tunggu kamu di restoran `kok belum turun? Bukannya hari ini kita mau jalan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN