Lisa menghentikan langkah Sona. Ia langsung menarik tangan kanan Sona. Lisa menatap Sona dalam sehingga membuat Sona tampak kebingungan, dengan wanita yang ada di hadapannya saat itu. “Son, sorry banget. Aku benar- benar enggak bisa terima perasaan kamu. Jujur aja Son aku saat ini saja bingung sama perasaan aku sendiri,” ungkap Lisa tampak yakin dengan kalimat yang dia ucapkan. Sona memandang dengan penuh keteduhan. “Aku paham Li. Aku enggak minta kamu untuk harus sama aku,” sahut Sona dengan nada suara yang lembut dan sangat membuat nyaman. “Aku juga bukannya mau kamu terpaksa sama aku. Aku cuman minta kamu terus membiarkan aku untuk terus mencintai kamu. Sampai aku capek.” Lisa tertunduk mendengar kalimat yang diucapkan oleh Sona. Seketika ada angin yang berhembus cukup kencang. Da

