Waktu pulang kerja sudah tiba. Kak Theo membereskan semua barang-barangnya. Berjalan ke arahku lalu berjongkok di hadapanku. Ngapain ya Kak Theo ini? "Naiklah ke atas pungguku. Aku akan menggendongmu sampai ke mobil, bee." Ternyata oh ternyata, dia ingin menggendongku ke lantai bawah. Kirain apa. Buat orang heran aja. "Memangnya kakak gak capek ya? Baru abis menandatangani dokumen yang sangat banyak loh." Kak Theo berbalik. Menatapku begitu lembut. "Menggendongmu ke bawah bukan hal yang besar untuk ku lakukan, bee. Aku kuat menggendongmu ke lantai bawah meskipun aku lelah menghadapi berkas-berkas yang tidak ada habisnya itu." Aku terkekeh geli mendengar ucapannya. "Mendekat lah, kak. Ada yang mau Queen bisikin." Dengan patuhnya Kak Theo menuruti perkataan ku. Langsung saja ku kecup

