Part 20. Bang Alan

712 Kata

Ternyata aku tidak bisa sebetah itu di dalam mobil. Tidak lama setelah Kak Theo pergi, aku pun juga keluar dari mobil sambil membawa tas kecilku. Berniat menyusulnya ke dalam toko namun niatku tidak jadi terlaksanakan karena melihat Kak Alan di sebrang jalan. Sudah lama sekali aku tidak bertemu Bang Alan. Kalau tidak salah ingat, terakhir bertemu 2 bulan yang lalu. Abang sepupuku itu memang sibuk sekali. Lebih tepatnya sibuk keliling dunia untuk mencari inspirasi dalam membuat menu baru. Ya, abangku satu itu memang seorang koki handal yang terkenal di dunia. Semua masakannya sangat enak sehingga wajar saja banyak yang menyukai masakannya. Tapi, kenapa Bang Alan gak mengabariku kalau dia sudah berada di sini ya? Apa karena udah melupakan adik sepupu cantiknya ini? Wah, gak bisa dibiarin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN