Ketika Rasa Takut Menemukan Jalannya Sendiri

1108 Kata

Pagi itu, Aruna terbangun dengan d**a yang terasa sesak tanpa sebab yang jelas. Tidak ada mimpi buruk, tidak ada pesan yang menyakitkan dan juga tidak ada pertengkaran. Tapi rasa itu tetap datang, rasa yang terlalu ia kenal. Ketakutan lama yang muncul secara diam-diam, seperti debu halus yang menempel tanpa suara. Ia duduk di tepi ranjang, memijat pelipis. Ada hari-hari ketika masa lalu tidak mengetuk pintu. Ia langsung masuk terus duduk di sudut kepala, dan mulai berbicara. Kamu akan ditinggalkan, ini hanya soal waktu dan kamu tidak cukup. Aruna menghela napas panjang. Ia tahu ini bukan tentang Rama tapi ini juga tentang dirinya sendiri. Ia bersiap kerja dengan gerakan mekanis. Di cermin, ia melihat senyum yang dipaksakan. Bukan untuk orang lain tapi untuk dirinya sendiri. Hari itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN