ARUNA DAN RAMA

972 Kata

Pagi setelah keputusan itu tidak ada rasa leuforia. Tidak ada keyakinan yang mutlak bahwa semuanya akan baik-baik saja. Yang ada hanyalah kesadaran yang terasa sunyi bahwa Aruna telah melangkah ke wilayah yang selama ini selalu ia hindari, bertahan tanpa ada pintu darurat. Ia bangun lebih pagi dari biasanya. Udara masih terasa dingin. Ponselnya tergeletak di samping bantal, tanpa ada pesan baru yang masuk. Dan anehnya, Aruna tidak merasakan panik, tapi ia justru merasa lebih tenang dengan keheningan itu. Karena kali ini, ia tahu. Diam bukan berarti harus pergi. Kini ia bersiap untuk berangkat kerja seperti biasa. Tidak ada yang berubah secara kasat mata. Dunia tidak tahu bahwa semalam ia memilih sesuatu yang bisa menghancurkan nya jika ia salah langkah. Dan dunia tetap berjalan tanpa pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN