Hari-hari setelah perpisahan itu kini terasa aneh bagi Aruna. Tidak hancur seperti yang ia bayangkan, tidak juga terasa ringan. Rasanya lebih seperti berjalan dengan kaki sendiri setelah lama bertumpu masih goyah, tapi nyata. Tidak ada pesan dari Rama, tidak ada dorongan untuk menghubungi. Ada kesepakatan sunyi yang dipatuhi keduanya. Dan untuk pertama kalinya, Aruna tidak melanggar kesepakatan itu. Ia bangun pagi, menyiapkan diri, lalu berangkat kerja memulai aktifitasnya dengan rutinitas yang sama, tapi dengan kesadaran baru tidak ada yang menunggu di ujung hari, dan itu harus ia terima sekarang. Di kantor, Aruna mulai bekerja lebih pelan. Bukan malas lebih sadar. Ia berhenti mengisi jeda dengan mengecek ponsel. Berhenti berharap ada nama tertentu yang muncul. Ia belajar duduk bersama

