"Permisi, Pak. Ini berkas yang Anda minta." Lengan Milla terulur untuk memberikan sebuah map berwarna biru, kemudian meletakkannya di atas meja kerja yang berada tepat di depan Mahesa. "Terima kasih." Dua hari yang lalu, mereka sudah kembali ke Surabaya setelah menyelesaian pertemuan dengan klien di Bali. Dan kini, tentu saja mereka akan kembali bekerja seperti biasanya. "Kalau begitu saya permisi, Pak." Mahesa menatap Milla yang hendak pergi meninggalkannya. "Tunggu, Milla," cegah Mahesa. "bisakah kamu bersikap biasa saja ketika kita hanya berdua?" "Maksud, Bapak?" Milla membalikkan tubuhnya seraya menatap Mahesa lekat. Bukankah mereka berada di kantor? Sebagai atasan dan juga bawahan. "Nggak usah panggil Saya-Anda. Cukup aku-kamu, saat kita sedang berdua saja seperti ini," jelas Ma

