“Enghnhh~” Milla melenguh pelan ketika merasakan beberapa bagian tertentu pada tubuhnya terasa sakit sekaligus nyeri. Dengan sedikit merenggangkan tubuhnya perlahan Milla berusaha untuk bangkit dari tidurnya. Namun kegiatannya tercekal karena lengan kekar milik Mahesa yang melilit perut ratanya dengan erat. Bahkan pria yang berstatus sebagai suaminya itu semakin mengeratkan pelukannya ketika merasakan pergerakan dari Milla. Seakan enggan untuk kehilangan guling kesayangannya. Tangan Milla bergerak untuk menyingkirkan lengan Mahesa yang melilit perutnya. Namun lagi-lagi gagal karena pria itu justru semakin mendekapnya dan bahkan kini memindahkan kepalanya ke atas d**a Milla. Selalu saja seperti ini, setiap kali ia tidur atau selesai melakukan itu, Mahesa akan bertingkah semakin manja. Bah

