“Ja.. jatuh cinta? sama siapa Dan?” Delana tersenyum, dan kini jantung Delana benar-benar tak bisa di kondisi kan. “Gua akan jujur, Tapi janji, lo jangan sampe ngetawain gua!” “Nggak lah. Gua nggak akan ngetawain elo” “Gua jatuh cinta sama Tita Lan!! Gua suka sama Tita Adity Lan.. temen Ran!” ujar Ardan dengan sumringah. Deg! Aliran darah dalam tubuh Delana serasa berhenti. Sakit seketika menyerang di pusat rasanya. Inikah yang dinamakan terluka tapi tak berdarah? Delana terdiam sesaat tak sanggup merespon kejujuran Ardan. “Lan? Lana! Delana?” Ardan mengguncang bahu Delana. Delana tersadar dari lamunannya. Dan mencoba tersenyum pada laki-laki yang diam-diam ia cintai ini. “Eh? i..iya Dan” “Lo kenapa sih? Ngelamun kok tiba-tiba” “ Yeee.. suka suka gua dong!” “Ya tapikan gua la

