bc

TEPOK JIDAT !

book_age16+
16
IKUTI
1K
BACA
revenge
others
family
love after marriage
fated
pregnant
drama
humorous
friendship
lies
like
intro-logo
Uraian

Kisah kehidupan keluarga asli medan dibumbui dengan komedi, fantasi dan drama.

Ada kebahagiaaan, perselingkuhan juga penghianatan yang menguras air mata.

Yuk, kepoin disini.

chap-preview
Pratinjau gratis
Part 1. M*nyet VS Ikan Paus
(Pov Sonang) "Yok sarapan dulu bg" ajak uli istriku sembari menuangkan nasi goreng spesial buatanya ke dalam piring makan ku dan anak-anak. "iya dek ku" kataku mencium keningnya sembari menggulung lengan kemeja panjangku. Ini kebiasaan kami setiap pagi, sarapan pagi bersama sebelum aku berangkat kerja sekaligus mengantar Kirana putri pertama kami ke sekolahnya, dan Uli istriku mengantar sekaligus menunggu Adel putri kedua kami yg masih PAUD. Namaku Sonang klw dalam bahasa batak artinya "senang", entahlah apa maksud kedua orangtuaku dulu ngasih aku nama sonang, kalau kata bou ku (saudara perempuan bapak) dulu pas aku lahir bapak ku menang main judi, saking senangnya bapak dikasih la aku nama SONANG, ya semoga lah kehidupanku senang seperti namaku ya kan..Amiiiin Aku karyawan di sebuah bank swasta dikota Medan, usiaku 32 tahun dan Ulina istriku seorang guru yg memutuskan menjadi ibu tumah tangga sejak 3 bulan yang lalu setelah hamil anak kami yang ke 3, gak sanggup dia guys ngidam parah soalnya, eh... Kirana putri pertama kami, usianya 7 tahun masih SD kelas 1 dan Adel adiknya 4 tahun masih PAUD. Ya inilah keluarga kecil kami, asli kali orang medan bung, senggol dikit retak ginjal kau!.. canda guys hahaha... "Bang, nanti pulang kerja ko belikan dulu aku buah ya" kata uli seraya membereskan piring bekas makanan kami "Ya dek, buah apa? tumben biasanya gak suka makan buah?" aku mengerutkan dahiku, agak heran dengan permintaanya kali ini, biasanya dia selalu minta dibawakan segala jenis makanan yang berbau roti coklat, sampai-sampai aku berfikiran jangan-jangan nanti anakku lahir kulitnya coklat pulak saking tiap harinya dia makan segala jenis yang berbau coklat, pernah juga dia makan nutella kemasan 680gr tandas cuman 5 menit bikin aku terpelongo dengan sendok dan roti tawar ditanganku yang belum kena selai se mili meter pun...astaga dengan santainya dia bilang "permintaan anakmu bang", bikin aku tak mampu berkata-kata, ingin menangis tapi malu ya sudahlah.. "Alpukad ya bang" jawabnya santai "Tumben, kau kan gak suka alpukad dari dulu kok bisa? bawaan bayi apa?" aku semakin heran sekaligus penasaran denan jawabanya "Iya, aku baca artikel tadi malam di google katanya makan alpukad biar kulit glowing gitu" jawabnya santai "apa pulak? coba lah kau tengok monyet mak gardam yg diikat dipohon alpukatnya itu, tiap hari dia makan buah alpukad mana ada glowing kulitnya" sembari kuarahkan jariku menunjuk pohon alpukat mak gardam yang terletak di halaman depan rumahnya. "ish, jahat kali kau bang ko samakan pulak aku sama monyet mak gardam!" uli memajukan bibirnya cemberut "gak dapat jatah kau nanti malam ya" jengkelnya lagi seraya menghentakkan kakinya tandanya dia ngambek. "ampun dek, kubelipun yah" kupeluk dia dan mengusap kepalanya "oke sayang" diciumnya pipi dan tangan kananku "hati-hati ya sayang" kemudian beranjak memeluk dan mencium kirana "jangan nakal disekolah ya sayang, tunggu mamak sama adek nanti jemput kamu pulang sekolah" "iya mamak ku tersayang" kirana balas memeluk istriku dan juga adiknya. "adek baik-baik sama mamak ya, kalau ada yang jahatin kau atau mamak kau pastap (tabok) kan aja mukaknya ya dek...heheheh" Kirana menjawil pipi adiknya gemas "Bah, jangan pulak kau ajarin adikmu jadi preman kak" aku memang memanggil kirana kakak selain untuk mencontohkan adiknya agar memanggilnya kakak juga untuk memberikan dia rasa tanggung jawab sebagai kakak untuk adel adiknya. "Biarlah pak, jangan pulak macam-macam sama boru nurat ini" tunjuknya bangga pada dirinya sendiri dan adiknya "ya udah yuk berangkat, terlambat nanti kita boru" ajak istriku seraya menggandeng kirana dan membawa tas kerjaku, aku menggendong adel dan berjalan mengikuti di belakangnya. Uli memakai helmnya dan aku meletakan adel di boncengan khusus anak-anak untuk sepeda motor matic kemudian membantu memakaikan helm adel lalu aku beranjak ke sepeda motorku bersama kirana tak lupa juga memakaikan helm ku dan helm kirana. "Hati-hati sayang" kami mengucapkannya hampir bersamaan lalu tersenyum. ~TJ~ Tak terasa hati beranjak sore, kulirik jam di tanganku menunjukan pukul 16.00 "ah, tak terasa sudah hamir waktu pulang" gumamku. "Lae, besok kan weekend ada acara gak?" tanya Benget rekan kerjaku yang mukanya ke"batak"an kali (kalau orang batak bilang bohina marsuhi-suhi alias bersegi empat heheehe) "Gak ada kayak nya lae, kenapa?" tanyaku penasaran "Marlange (berenang) dulu kita yok, diajak kawan-kawan yang lain biar tambah atletis dulu badanku yang berlemak ini bah" jawabnya sambil mencubit lemak yang menimbun di perut buncitnya. "biar kayak badan si Ali itu badan kita lae" tambahnya seraya menunjuk Ali rekan kerjaku yang badanya memang atletis dilengkapi dengan kotak-kotak diperutnya alias sixpack yang kurasa fungsinya untuk nyimpan berkas-berkas kerja...hahaha...canda "Apa pulak hubunganya lae? bisa pulak berenang bikin badan atletis?" aku heran tak percaya "Nah, itu lah kau lae masa tak tahu lae hubunganya apa?" dia malah nanya balik "Serius gak tahu aku lae" kataku "Seriburius gak tau lae hubunganya itu?" tanyanya balik dengan pupil matanya yang melebar, bikin aku bergidik ngeri karena mmembiat ekspresi wajahnya jadi bulat-bulat macam tahu bulat ingin ku tabok kan aja jidatnya yang selebar lapangan bola kaki itu. "Gak tau aku lae" jawabku pasrah "Sama lah lae, aku pun gak tau" cicitnya kemudian "Eh, k*mpret lah kau lae, kau buat aku penasaran rupanya zonk" kesal sekaligus jengkel kurasa dari lubuk hatiku paling dalam oh, lebay.. "Kemarin sudah dijelaskan sama si Ali, tapi lupa kali aku lae besoklah ku tanyakan lagi pun yah, tapi harus ikut lae pulak, ketemu di kolam renang A kita ya lae" cicitnya sambil berjalan keluar ruangan "Pokoknya lae harus datang, kami tunggu, gak aci gak datang" teriaknya lagi dari balik pintu ruang kerja kami. "Eh, apa - apaan si Benget ini maksa pulak, mana bisa aku pergi kalau gak izin istriku" gumamku "Ah, sudahlah" kukemasi barang - barangku kedalam tas kerjaku kemudian beranjak untuk pulang, dan ah iya beli alpukat dulu nanti buat istriku tercinta love - loveku hasianku (kesayangan) ..gelay.. ~TJ~ Pukul 17.00 aku sudah sampai dirumah, kuparkirkan sepeda motorku diteras tepat disamping sepeda motor Ulina, istriku. Sebenarnya jarak rumah ke tempat kerjaku gak jauh-jauh amat lah sekitar 30 menit kalau ngebut, hanya saja yang bikin aku lama tadi karena mampir di pasar buah. Tau lah ya kan kalau orang batak jualan semua ditawarin mulai dari alpukat matang atau setengah matang, alpukat s**u, alpukat madu, alpukat mentega, alpukat berlampu, sampai alpukat berenda pun ada hahahaha,, becanda guys "Bapak pulang! yeye bapak pulang! kakak udah pulang bapak kita" adel anakku menyambut kepulanganku dengan wajah super cerianya sambil jingkrak-jingkrak, seketika rasa lelahku hilang dan senyum pun menghiasi wajahku setelah melihat tingkah menggemaskan putri kecilku. "Yeye bapak datang! yeye bapak datang!" kirana berlari memelukku disusul adiknya dibelakang. Aku merentangkan tanganku memeluk kedua putriku, kuciumi pucuk kepala mereka bergantian, rasanya bahagia sekali setelah bertemu dan memeluk mereka. "Mamak mana nak?" tanyaku seraya menggendong kedua putriku setelah meletakkan tas kerjaku di kursi ruang tamu. "Ada, tuuuhhh" adel memonyongkan bibirnya ke arah kamar, istriku baru saja keluar kamar wajahnya cerah dan segar dengan rambut dibungkus handuk ciri khas orang habis mandi. "udah pulang bg" ia tersenyum menyapaku kemudian mencium tanganku. "mandi dulu sana bang, keringatmu bauk jengkol, k*tiakmu bauk pete" uli menutup hidungnya sambil mengibaskan tangan menyuruhku segera mandi. "astaga dek dek, ish kau ini lah" kugaruk kepalaku yang tidak gatal karena tingkah istriku, niat hati memeluknya melepas rindu eh, malah dimusuhin begini. Sabar...sabar...orang sabar disayang opung sabar hahahaha "Mandi dulu neh, biar kubikinkan kopi abang" titahnya padaku "Baiklah yang mulia ratu Uli, istriku sayaaaaang" akupun mulai lebay, apa ini bawaan bayi? hah.. "oiya dek, ini alpukat yg kau minta tadi pagi, macam-macam jenis alpukat bah, ada alpukat mentega, alpukat s**u,alpukat madu, alpukat berlampu sampai alpukat berenda dijual di pajak (pasar) buah, jadi pening kepalaku mau pilih yang mana satu tadi" kataku seraya menyerahkan satu kantung plastik kresek warna hitam yang didalamnya ada sekilo alpukat. "Ah, tak mau lah sudah gak mood aku bang. nanti kau samakan pulak lagi aku sama monyet mak gardam itu.. iiiiihhh" dia bergidik ngeri tapi kemudian wajahnya cemberut dengan bibir monyong. "Yah, jadi ini gimana alpukatnya dek?" tanyaku bingung. "Ya, abang kasih aja lah sama monyet mak gardam itu. Berbulu pulak aku nanti kayak monyet itu" cicitnya santai Kupandangi buah alpukat di dalam plastik kresek ini, "maafkan aku alpukat, sudah capek-capek aku memilih yang terbaik dari antara tumpukan buah alpukat yang menyesakkan jiwa, sekarang harus kurelakan kalian dimakan monyet mak gardam yang berbulu dan tidak glowing, oh yang mulia ratu Uli maafkan daku yang tidak bisa merelakannya, tak rela aku, tak relaaaa" aku mulai berpuitis dengan nada sedih sedikit lebay mendayu-dayu berharap Uli luluh dan berubah pikiran pada alpukat ini. "gak usah lebay kau bang ish, pening pulak kepalaku. udah sini lah kubikin ke kulkas biar bikin puding alpukat besok" Uli menarik plastik alpukat dan memindahkan semua ke wadah khusus buah lalu menaruhnya ke dalam kulkas. ~TJ~ "Bang, bajumu ditempat tidur kubikin yah" teriak uli didepan pintu kamar mandi. ""Yoi mamen" jawabku dari dalam kamar mandi dengan wajah masih dipenuhi sabun. Selesai mandi gegas kupakai baju yang disediakan Uli, lengkap semua sampe dalam-dalamannya..ah istriku ini memang top lah tak bisa aku hidup tanpanya,seharipun tak kulihat dia kurasa hampa dan kosong jiwa ini.. "Bang, lama kali kau berpakaian udah lapar kami" teriak uli didepan pintu kamar. "Bentar dek" alamak gara-gara kebanyakan melamun jadi kek gini lah kan lelet kali aku. "Yang pake parfumnya bapak? kok wangi kali kucium?" kirana mengendus-ngendus badanku. "ini loh baju bapak wangi, mamak kan kalo nyuci dikasih m*lto kak" aku menerangkan. "oooooo" Kirana ber ooo ria "Udah yok makan" Uli mengintruksi kami untuk makan karena nasi dan lauk sudah tersedia di piring makan kami masing-masing. "Aku yang bikin doa mak" kata adel seraya melipat tangan dan menundukan kepala, kami pun melakukan hal yang sama. "Met-met ahu on, bahen ias rohang hu on, sasada o Tuhan dongan hu tohtong..amen" seru adel dengan suara khasnya, Ini adalah doa makan untuk anak-anak dalam bahasa batak, dulu bapak ku yang mengajarkan sama ku, kuteruskanlah sama dua putriku ini, karena selain singkat juga mudah dihapal dan bahasanya pun gak rundut-rundut (rumit) kali lah kayak hidup selebgram siapa itu yang gak tamat bilang Rrrr, rundut kali kurasa hidupnya carik musuh terus kerjaanya..lah kok ngelantur kesono sih hihihi Kami pun lanjut makan dengan nikmat. ~TJ~ Selesai makan malam kami berkumpul diruang tv, walaupun siaran yang ditonton ya N*CK*L*DEON, RT* yang notabene nya siaran untuk anak-anak alias isinya film kartun atau animasi semua. Gakpapa lah, asal anak dan istriku gak terkontaminasi sama sinetron yang lagi viral 'kumenangis'nya tv ikan terbang sama 'Ik*tan C*nta' nya tv cap jempol bisa bahaya nanti. "Dek" aku mengelus kepalanya yang bersandar dibahuku, posisi kami duduk bersandingan di kursi, Uli bersandar dibahuku. "Hmmm" jawabnya, matanya tak lepas dari tayangan film ''ch*pmunk' di tv. "Besok weekend abang izin keluar sama kawan-kawan abang ya" kataku "Mau kemana emang bang?" tanyanya tapi matanya gak lepas dari tv sejak tadi. "Berenang, diajak si Benget dan kawan-kawan lainnya. Boleh dek?" tanyaku lagi. "Tumben? padahal hari itu kuajak ke kolam renang tak mau kau, alasanmu yang panas lah, kotorlah airnya tempat kencing sejuta umat lah, sampe si Kirana merajok pun tetap tak mau abang. Kok sekarang malah mau pigi kesana?" tanya Uli penasaran. "Iya, kata si Benget kan biar athletis dulu badan abang kayak badan si Ali teman kantor abang itu loh dek, ada kotak-kotak diperutnya alias sixpack" jelasku "Hilih, sok-sok an kau bang. Tengok lah IKAN PAUS itu tiap hari berenang badanya ga athletis tuh gak ada kotak-kotak diperutnya tetap aja gembrot kan" cecar Uli dengan wajah sebal. "Ish, tega kali lah kau dek masak kau samakan abang sama ikan paus" cemberutku pura-pura merajuk biar dikasih izin. "Masih bagus sama ikan PAUS bang, sekalian lah kubilang sama ^nj*ng Laut kek mana, kan sama-sama gak athletis dan gak ada kotak-kotak diperutnya" gerutunya. "Pokok nya tak boleh abang pigi kekolam kalau tak abang ajak aku sama anak-anak" tambahnya lagi masih dengan muka masam dan bibir monyong khas nya klu sudah merajuk. "Ya lah, ikut lah besok kalian yah" akhirnya aku mengalah daripada tidur dikursi ruang tv, bisa bentol-bentol nanti muka ganteng mirip-mirip Ji Chang Wook ini kalau kata Uli, berkurang pulak nanti kegantengan muka oppa-oppa batak ini hahahha..narsis... "Makasih tondi-tondi (cinta) ku" Uli mencium pipiku kemudian memelukku dari samping dan akupun merangkulnya. Begini lah kehidupanku sehari-hari, diisi dengan keceriaan anak-anakku dan kecerewetan istriku yang selalu kurindukan tiap kali aku jauh. Sederhana tapi luar biasa artinya bagiku. Halo readers, ini karya pertamaku dukung aku ya❤️❤️

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.8K
bc

Setelah Tujuh Belas Tahun Dibuang CEO

read
1.2K
bc

TETANGGA SOK KAYA

read
52.2K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook