Faktanya, Jenny Park tak pernah mendengar langkah kakinya. Tak jua menyadari jika selama ini—di tahun-tahun panjang jiwa yang kesepian, ada seseorang yang diam-diam memantaunya dari kejauhan. Ya, Tazza selalu ada di sana sejak dua tahun lalu; Incheon. Selalu ada kata sempat untuk terbang ke negeri itu sepadat apapun aktivitasnya di kota London. Mengapa Tazza Choi repot-repot melakukan semua itu? Apakah karena— Soju dalam gelas kecilnya ia tenggak kembali. Ini kali pertama dirinya menikmati minuman beralkohol yang merupakan produk asli Korea, di kedainya langsung, di pinggir jalan sebuah kawasan di Incheon. Tazza yang berpakaian seperti ninja mungkin takkan pernah mengira jika ia akan terdampar di tempat macam ini. Bersinggungan orang-orang biasa. Tapi ia butuh minum, tubuhnya butuh hangat

