1.Berawal dari Mimpi
Bag 1
Ketika Rena terbangun di suatu pagi, dia tersenyum sendiri menemukan dirinya di atas kasur, bertransformasi menjadi seorang Princess yang sangat cantik.
Mimpinya begitu indah tadi malam,bertemu sang pangeran dengan kuda putih yang ditungganginya
"Ah mimpiku benar benar berlebihan"
Rena bergumam sendiri sambil beranjak dari tempat tidurnya menyadari cahaya mentari pagi yang merambah masuk kedalam kamar.
Pagi ini ia ingin sekali bisa sedikit bersantai di tempat tidur,mengingat ini adalah hari libur dan kebetulan tidak memiliki jadwal apapun.
Tapi Rena sudah terbiasa bangun sepagi ini sehingga matanya tidak bisa berkompromi untuk diajak bermalas-malasan. Dia tidak bisa kembali tidur walau ingin.
Rena,,,,ya Renata Adinda Maheswari seorang gadis cantik yang tinggal sendirian diapartemennya, orang tuanya berada jauh di luar kota dan jarang sekali menemui putrinya itu. Rena sesekali pulang namun hanya jika ada libur panjang saja sehingga mereka sangat jarang bertemu.
Sebenarnya kedua orang tua Rena tidak setuju Rena tinggal jauh dari mereka karena khawatir, tapi mau bagaimanapun mereka tidak bisa melarang keinginan anak gadisnya itu.Yang terpenting Rena bisa menjaga diri .
Rena memang ingin belajar mandiri dan tidak ingin menyusahkan orang tuanya.
Dia juga gadis yang sangat pintar dan cekatan.Rena memilih tinggal di apartemen dibanding ngekost agar keamanannya juga lebih terjamin.
Setelah membersihkan diri dan sarapan ia memutuskan untuk duduk dan bersantai di ruang tv ditemani majalah majalahnya sambil menikmati secangkir teh hangat.
Tring*
Rena yang sedang asyik membaca majalah tiba-tiba mendengar suara bell apartemen nya berbunyi.
"Entah siapa yang menggangguku sepagi ini," gumam gadis itu.Ia berdiri dari tempatnya melangkah menuju ruang utama untuk membuka pintu.
"Hih ngapain pagi pagi udah kesini aja sih lenn? ganggu aja tau." Tanya Rena pada seorang gadis yang sedang berdiri di depan pintu.
"Hai Renn jalan yu jalan kemana kek gituu bosen nih, " Leni berbalik dan memeluk sahabatnya.
"Aduh males lahh pengen tiduran aja," jawab Rena singkat dan belalu untuk kembali ke tempatnya membaca majalah yang ia letakan dimeja.
Tanpa dipersilahkan Leni langsung masuk dan neneguk teh secangkir teh yang ada di ruang tamu.
"Ayolahh please...yaa Ren temenin pengen ke Mall," bujuk gadis itu.Leni terus berusaha membujuk sahabatnya dengan wajah yang dibuat melas sampai akhirnya Rena tak tega menolak ajakan sahabat satu satunya itu.
"Yaudah aku siap siap dulu," dengan malas Rena menuju kamar dan bersiap siap.Demi sahabatnya itu dia memang selalu menuruti walaupun sebenarnya sangat malas untuk pergi dan macet macetan di jalanan.Tapi demi sahabat baiklah ia pun mengalah.Walau bagaimanapun Leni adalah sahabat terbaiknya dan Rena sangat menyayangi Leni. Mereka juga sudah bersahabat sejak kuliah.
Saat itu Rena baru saja datang ke kota itu untuk melanjutkan kuliah dengan bantuan beasiswa nya. Rena yang sedang kebingungan mencari alamat kampusnya tidak sengaja bertemu dengan Leni.
Dengan ramah Leni menyapa Rena dan mengajaknya untuk berangkat bareng menuju kampus dengan mobilnya.Kebetulan saat itu Leni juga memang sedang menuju ke kampusnya untuk melakukan daftar ulang PMB.
Sejak saat itu mereka terus bersama bahkan Leni juga yang menunjukan apartemen tempat Rena tinggal sekarang.Letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Leni sehingga mereka sering berangkat bareng ke tempat kerja.
Keduanya menjadi semakin dekat saat diterima bekerja di sebuah perusahaan yang sama.
Mereka sudah seperti saudara kembar yang kemana mana selalu berdua.Bahkan teman-teman sekantor nya ada yang mengira jika mereka adik kakak saking dekatnya.
Keduanya selalu kompak dalam berbagai hal apalagi dalam hal berpakaian.Gaya keduanya juga sangat fashionable dan elegan.Terkadang mereka memakai model pakaian yang mirip tapi berbeda warna.
Konyol memang tapi itulah persahabatan.
"Ehh ayo berangkat sekarang?" Ucap Rena menghampiri Leni yang duduk di sofa.
"Let's go,"
Keduanya turun dari lantai tujuh itu dan menuju basemen untuk mengambil mobil yang Leni parkir di sana.Keduanya masuk ke dalam mobil dan mobil mulai melaju keluar meninggalkan pelataran gedung apartemen.
Selama dalam perjalanan keduanya saling bercanda dan berbincang seperti biasa.Banyak hal yang di bicarakan terkadang menyinggung soal pekerjaan.
"Ren proyek yang kemaren kan udah deal katanya si boss mau traktir kita loh minggu depan," ucap Leni.
"Wahh masa? dia kan pelit terus biasanya nyebelin banget, tumben?" Ujar Rena menanggapi pembicaraan Leni.
Boss mereka memang terkesan judes, cuek galak dan menyebalkan.Tapi banyak juga yang mengidolakan hampir semua karyawan perempuan di sana mengagumi ketampanannya.
Hanya Rena yang sama sekali tidak tertarik.Malahan Rena sangat kesal dengan bos nya yang menyebalkan itu.Setiap hari Rena selalu dikerjai, dibuat pulang telat bahkan sering kali diminta lembur dadakan.
"Mungkin sekarang dia udah lebih baik atau mungkin mau berubah lebih baik lagi sama karyawan nya," ucap Leni.
"hmm semoga saja, "jawab Rena dingin.
Sesampai nya di mall keduanya berjalan masuk.Leni membeli beberapa tas, sepatu dan juga pakaian tak lupa ia juga membeli berbagai kosmetik.
Sementara Rena ia hanya berjalan-jalan tanpa ada niatan untuk membeli sesuatu.
"Ren nih bagus kan?" Tanya Leni menunjukan sebuah tas ditangannya.
"hemm"
"Lo gak mau belanja gitu? malah diem di situ" Tanya Leni heran.
"Males ah gak tau juga mau beli apaan," ucap Rena.
Selain irit dia memang tidak terlalu suka berbelanja dan hura hura seperti Leni.Maklumlah Rena selalu bersusah payah sendiri untuk setiap kebutuhannya.Berbeda dengan Leni yang ekonomi keluarganya sangat baik,Leni memang bekerja tapi dia tetap diberi uang bulanan dan kartu kredit yang unlimited oleh ayahnya.
Sedangkan Rena adalah gadis mandiri,cerdas dan hebat.Rena juga terbiasa memanage uangnya dengan baik.Rena selalu menggunakan uangnya dengan hati-hati dan hanya memakai sesuai kebutuhan.