3

685 Kata
Bag 3 Sudah mulai sore tapi Rena masih bergelut dengan berkas berkas dimeja kerjanya sambil merasakan sakit ditangan dan kakinya yang lecet. Dia harus membereskan semua pekerjaan nya hari ini jika tidak boss nya itu pasti akan mengomel. "Laki laki itu sangat baik dan ramah" gumamnya tiba tiba "Ah yaampun pikiranku ini kenapa jadi melamunkannya" Rena tersadar dari lamunannya tentang pria tampan yang menabraknya tadi. Rena buru buru menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas untuk pulang. Setelah keluar gedung Rena berdiri menunggu taxi yang tak kunjung melintas. Beberapa menit ia berdiri didepan sana tapi tetap tidak ada taksi yang lewat pedahal ini belum terlalu malam tapi entah kenapa sangat sulit mencari kendaraan dijam jam seperti ini. tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat didepannya. "Mau bareng?" Ucap seorang pria yang baru saja keluar dari pintu kemudi. Rena terdiam beberapa saat "Dia lagi? Mengapa dia disini apa kebetulan lewat saja, atau mungkin dia sengaja ingin menemuiku, ah kenapa aku GR sekali" gumamnya dalam hati. "Hei, apa kau mendengarku?" Tanya pria itu sambil melambaikan tangannya didepan wajah Rena, Rena tersentak kaget menyadari Yuda yang tiba tiba sudah berdiri dengan wajah yang begitu dekat dengan wajahnya sendiri. "Kapan kamu keluar dari mobil?" Tanya Rena gugup. "Apa kau tidak melihatku, hem pasti karena terus melamun, sudahlah ayo masuk mobil biar ku antar kerumah sakit dulu" ajak Yuda sambil membukakan pintu mobil untuk Rena. "Ti-tidak perlu mas saya tidak apa apa" "Aku melihat caramu berjalan seperti orang kesakitan bagaimana mungkin kalau tidak apa apa, ayolah jangan sungkan" bujuk pria itu. Rena hanya membalas dengan anggukan tanda setuju lalu kemudian bergegas masuk ke dalam mobil pria itu. Mobilpun melaju dengan santai, Yuda juga tidak menyia nyiakan kesempatan ini sepanjang perjalanan dia mengajak wanitanya berbincang sebagai bentuk PDKT. Tapi tentu saja Yuda tetap mempertahankan wibawanya sebagai seorang pria tampan dia tidak terlalu menunjukkan gelagatnya yang sedang jatuh cinta dan berusaha menjadi dekat dengan Rena. Setelah kurang lebih 30menit melaju akhirnya mobil itu sampai digedung rumah sakit, Yuda turun dan segera membuka pintu mobil untuk Rena. "Terimakasih" Rena keluar dari dalam mobil. Yuda membantu Rena berjalan menuju ruang pemeriksaan. "Dokter tolong periksa teman saya apa ada luka dalam atau luka serius lainnya". Ucap Yuda saat melihat dokter menghampiri mereka. "Ayo silahkan masuk mba, masnya menunggu disini saja" kata suster sambil membukakan pintu ruangan. Keduanya menuruti perintah suster. Yuda duduk dikursi tunggu tepat didepan ruangan tersebut. Setelah beberapa saat Dokter keluar setelah memeriksa Rena. "Sejauh ini tidak ada yang serius mas hanya luka luka luar dan memar saja, tapi untuk lebih lanjut kita perlu melakukan CT scan terlebih dahulu" Ucap dokter menerangkan. "Baik dok lakukan saja, saya yang membayar semua biayanya" "Baik kalau begitu saya permisi sebentar akan saya buatkan resep, sambil menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya" kata dokter lagi sambil berlalu menuju ke ruangannya. Yuda menanggapi dengan anggukan dan menemui Rena diruang pemeriksaan. "Kamu Istirahat disini dulu ya" Ucapnya saat menghampiri Rena yang masih berbaring dikasur pasien seperti orang sakit oada umumnya. "Tidak pelu mas saya mau pulang saja ke apartemen" jawab Rena. "Yasudah saya tanya dokternya dulu". "Tidak apa mas mba Rena kami ijinkan pulang karena hasil pemeriksaan nya baik baik saja" ucap dokter yang baru kembali sembari menyodorkan sebuah kertas "ini Resepnya" lanjut dokter lagi. "Baik dok terima kasih, kami permisi" Setelah menebus Resep keduanya kembali ke mobil dan Yuda mengantar Rena pulang. *** Sesampainya di apartemen Rena terus melamun, memikirkan pria yang baru saja mengantarnya pulang. "Kenapa dia sebaik itu?ah mungkin karena dia merasa bersalah sudah menyerempetku tadi pagi" pikirannya terus berkutat dengan pertanyaan pertanyaan yang ia jawab sendiri. Disisi lain hatinya merasa sangat senang mendapatkan perhatian dari pria tampan itu siapa yang tidak tertarik dengan seorang pengusaha muda yang tampan dan kaya raya setiap wanita yang melihatnya pasti jatuh hati begitupun dengan Rena. "Ah ya ampun mikir apa aku bisa bisanya kegeeran seperti ini" gumamnya sambil menutup wajahnya dengan bantal. Ia merasa sangat malu pada dirinya sendiri yang konyol, dia berpikir bagaimana mungkin pria setampan itu bisa jatuh cinta pada gadis sederhana seperti dirinya itu hal yang mustahil. Tapi Rencana Tuhan tidak ada yang tshu bukan? Bisa saja mereka memang ditakdirkan untuk berjodoh.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN