Drrttt... Drrtt... “Halo,” dengan suara serak, dan mata yang sepenuhnya belum terbuka, Jay menjawab panggilan yang masuk dari ponselnya. Bahkan dirinya saja tidak mengetahui siapa yang menghubunginya. “Halo, Om. Selamat pagi. Lagi ngapain?” Jay sontak bangkit dari tidurnya dengan mata yang membuka lebar ketika mendengar suara yang sangat familiar di telinganya, lalu ia pun memeriksa layar ponselnya yang sedang menunjukkan kontak Asa, istrinya. “Eh, Sa ternyata kamu yang telpon?” “Hah? Memangnya Om ngga tahu siapa yang nelpon Om?” Jay terlihat mengusap tengkuknya. “Hm ... Saya baru bangun tidur.” “Ohh ... Aku ganggu ya Om?” “Ngga-ngga kok. Ada apa?” “Hm, nanti malam sepulang Om kerja, bisa jemput aku? Aku mau pulang sama Om.” “Apa?” Jay meminta Asa mengulangi perkataannya sekali

